- H. Abdulah Yahya & Nyai Hj. Wari : Sang Perintis (Babat Tanah) Segalanya bermula dari sosok H. Abdulah Yahya, sang pelopor yang dikenal masyarakat sebagai sosok yang "babat tanah" di Dusun Gendir. Beliau bukan hanya membuka lahan secara fisik, tetapi juga meletakkan fondasi spiritual dan kemasyarakatan yang kuat bagi penduduk setempat.
- H. Ikrom & Nyai Hj. Fathani : Sang Penjaga Amanah Estafet pengabdian ini kemudian dilanjutkan oleh H. Ikrom. Di bawah naungan beliau, tradisi religius dan keguyuban warga Gendir terus dirawat, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya nilai-nilai dakwah Islam di tengah masyarakat.
- KH Baidhowi & Nyai Siseh: Sang Pendiri & Formalitas Yayasan (1993) Memasuki tahun 1993, perjuangan ini mencapai titik balik bersejarah melalui tangan Almaghfurlah KH Baidhowi dan istrinya, Nyai Hj Romlah (Nyai Siseh). Menyadari pentingnya wadah formal, KH Baidhowi mengambil langkah besar dengan melegalkan institusi ini menjadi Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Al Muttaqin. Langkah ini memastikan dakwah di Gendir memiliki struktur yang diakui dan berkelanjutan.
- KH. Miftahul Khoir & Nyai Saidah : Pengasuh Masa Kini Tongkat estafet perjuangan kini berada di tangan KH. Miftahul Khoir sebagai pengasuh saat ini. Beliau melanjutkan visi besar para pendahulu, membawa Yayasan Al Muttaqin terus berkembang menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan sejak masa H. Abdulah Yahya.
Sabtu, 28 Februari 2026
Mempererat Ukhuwah Melalui Zikir: Rutinitas Jumat Pon Keluarga Besar Yayasan Al-Muttaqin
Pertemuan rutin ini menjadi momen berharga di mana seluruh penggerak yayasan melepas sejenak rutinitas pekerjaan dan tugas mengajar untuk duduk bersama dalam kerendahan hati. Tanpa batasan jabatan, suasana kebersamaan begitu terasa saat mereka duduk melingkar, menciptakan ruang silaturahmi yang hangat dan tulus.
Rangkaian Dzikir dan Doa yang Khidmat
Kegiatan yang berlangsung di kediaman anggota pengurus yayasan dan lembaga dan dilaksanakan secara bergantian, acara dkemas dengan sederhana dan tidak lepas dengan budaya pesantren :
- Tawasul Fatihah: Acara dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab yang ditujukan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, para sahabat, ulama, serta para sesepuh dan pendiri Yayasan Al-Muttaqin.
- Pembacaan Surah Yasin: Melantunkan "jantung" Al-Qur'an secara berjamaah, memohon keberkahan, kesehatan, serta kelancaran bagi seluruh unit pendidikan dan program sosial yang dikelola yayasan.
- Ratibul Haddad: Memasuki inti zikir, seluruh jemaah meresapi setiap bait dalam Ratib karya Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Zikir ini dipanjatkan sebagai benteng perlindungan bagi seluruh keluarga besar yayasan dalam menjalankan amanah umat.
- Doa Penutup: Rangkaian ditutup dengan doa bersama, memohon ketetapan iman serta kekuatan agar Yayasan Al-Muttaqin terus menebar manfaat bagi masyarakat luas.
Sinergi dan Ramah Tamah dalam Kesederhanaan
Salah satu perwakilan pengurus menyampaikan bahwa rutinitas Jumat Pon ini adalah "ruh" organisasi. Pertemuan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ajang konsolidasi batin antara pengurus dan para pendidik. Dengan hati yang tenang setelah berzikir, komunikasi antar lembaga di bawah naungan yayasan pun terjalin lebih harmonis.
Setelah doa dipanjatkan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana. Di tengah-tengah perkumpulan, berbagai hidangan dan minuman telah tersedia, menjadi pelengkap diskusi santai dan diskusi ringan mengenai perkembangan pendidikan di lembaga masing-masing.
Melalui tradisi zikir rutin ini, Yayasan Al-Muttaqin berkomitmen untuk terus bertumbuh dengan landasan spiritual yang kuat, menjaga amanah pendidikan, dan memperkokoh ukhuwah di antara seluruh staf dan pengajarnya.
Jumat, 27 Februari 2026
Membentuk Karakter Profil Pelajar Pancasila Melalui Pembiasaan Sholat Duha dan Istighotsah Pagi
- Kemandirian: Siswa belajar mendisiplinkan diri untuk hadir tepat waktu dan menyiapkan perlengkapan ibadah secara mandiri.
- Religiusitas yang Kontekstual: Ibadah tidak hanya dipelajari dalam buku teks PAI, tetapi dipraktikkan langsung sebagai kebutuhan batiniah.
- MI (Madrasah Ibtidaiyah): Fokus pada pembentukan kebiasaan (habituation) dan tata cara ibadah yang benar.
- SMP: Menekankan pada pemaknaan doa dan pembangunan solidaritas sosial antar teman sejawat melalui doa bersama.
- SMK: Mengaitkan keberkahan ibadah dengan etika kerja dan persiapan mental menghadapi dunia industri yang keras.
Kamis, 26 Februari 2026
Profil Tokoh: KH. Abdullah Yahya dan Ny. Hj. Wari
Kabupaten Jember, khususnya wilayah Kecamatan Patrang, menyimpan jejak sejarah perjuangan dakwah yang mendalam. Salah satu titik penting dalam peta sejarah tersebut adalah Dusun Gendir, Kelurahan Banjarsengon. Di sanalah berdiri sosok KH. Abdullah Yahya bersama istrinya, Ny. Hj. Wari (Ny. Hj. Yahya), sebagai tokoh utama yang "babat tanah" atau merintis jalan bagi tegaknya pendidikan Islam.
1. Sosok Perintis: Babat Tanah Gendir
Istilah "babat tanah" bukan sekadar membuka lahan secara fisik, melainkan perjuangan spiritual dan sosial dalam menata masyarakat. KH. Abdullah Yahya dikenal sebagai sosok yang memiliki visi jauh ke depan. Beliau memahami bahwa untuk memajukan umat, pendidikan adalah kunci utama.
Bersama Ny. Hj. Wari, beliau meletakkan batu pertama perjuangan di Dusun Gendir. Ny. Hj. Wari bukan hanya sekadar pendamping, melainkan pilar kekuatan dalam mendidik santri, sehingga keduanya menjadi dwitunggal yang tak terpisahkan dalam sejarah YPDI Al Muttaqin.
2. Cikal Bakal YPDI Al Muttaqin
Yayasan Pendidikan Dakwah Islam (YPDI) Al Muttaqin yang kita kenal hari ini adalah buah dari benih yang mereka tanam. Di tengah keterbatasan fasilitas pada masa itu, beliau berdua berhasil menciptakan lingkungan belajar santri yang pada saat itu masih musholla biasa, yang kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan yang disegani di wilayah Banjarsengon dan sekitarnya.
- Fokus Perjuangan: Dakwah Islamiyah, pengajaran Al Qur'an, dan pembentukan karakter masyarakat yang religius.
- Warisannya: Institusi yang terus mencetak generasi berakhlakul karimah hingga saat ini.
3. Akhir Hayat dan Estafet Perjuangan
KH. Abdullah Yahya wafat pada tahun 1968. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan mendalam, namun juga meninggalkan warisan yang abadi berupa ilmu dan institusi pendidikan. Meskipun beliau telah tiada, semangat "Al Muttaqin" tetap hidup melalui keturunan dan para santri yang melanjutkan estafet perjuangan dakwah beliau.
Hingga saat ini, makam dan peninggalan beliau menjadi pengingat bagi warga Patrang, khususnya Banjarsengon, akan pentingnya kegigihan dalam menyebarkan syiar Islam.
KH. Abdullah Yahya dan Ny. Hj. Wari adalah simbol ketulusan pengabdian. Tanpa langkah kaki mereka di tanah Gendir puluhan tahun silam, wajah pendidikan Islam di Kelurahan Banjarsengon mungkin tidak akan secerah sekarang. Semoga amal ibadah beliau berdua senantiasa mengalir sebagai amal jariyah yang tak terputus.
Selasa, 17 Februari 2026
AL QUR'AN & KUMPULAN DO'A PILIHAN DIGITAL AL MUTTAQIN
Doa Al-Marhum / Ahli Kubur
Bacaan Talqin Kubur
Doa Tarawih & Witir
Doa Walimatul Hamli
Mahalul Qiyam (Al-Barzanji)
Sholawat Fatih
Sholawat Nariyah
Sholawat Burdah
Senin, 16 Februari 2026
Ziarah Edukatif PP Al Muttaqin ke Maqam Sunan Ampel
Dalam rangka meneguhkan nilai spiritual dan memperkuat ikatan batin dengan para ulama pendahulu, keluarga besar Pondok Pesantren Al Muttaqin melaksanakan kegiatan ziarah ke makam para wali dan habaib. Rombongan dipimpin langsung oleh Pengasuh PP Al Muttaqin, KH. Miftahul Khoir, bersama jajaran pengurus yayasan, staf khusus (stafsus) pengurus pondok, para ustadz, serta beberapa santri.
Ziarah ke Makam Sunan Ampel
Tujuan pertama adalah makam salah satu Wali Songo, Sunan Ampel, yang terletak di kawasan Ampel, Surabaya. Sosok beliau dikenal sebagai ulama besar yang berperan penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa dengan pendekatan dakwah yang bijaksana dan penuh hikmah.
Di kompleks makam, rombongan melaksanakan tawasul, pembacaan tahlil, serta doa bersama. KH. Miftahul Khoir mengajak seluruh peserta ziarah untuk meneladani perjuangan dan keteguhan para wali dalam menyebarkan ajaran Islam dengan kelembutan dan kebijaksanaan.
Momentum ini tidak hanya menjadi agenda rutin spiritual, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi para santri agar semakin menghormati para ulama dan menyadari pentingnya sanad keilmuan dalam tradisi pesantren.
Melanjutkan Perjalanan ke Makam Sayyid Syarif
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pasuruan untuk berziarah ke makam Sayyid Syarif. Sosok beliau dikenal sebagai ulama dan tokoh penyebar dakwah yang memiliki kontribusi besar dalam penguatan nilai-nilai keislaman di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.
Di tempat tersebut, rombongan kembali menggelar doa bersama, memohon keberkahan ilmu, kemudahan dalam perjuangan dakwah, serta keselamatan bagi seluruh keluarga besar PP Al Muttaqin.
Kegiatan ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ruh pesantren: tawadhu’ kepada guru, hormat kepada ulama, dan menyambung sanad spiritual kepada para pendahulu. Kebersamaan antara pengasuh, pengurus yayasan, stafsus, ustadz, dan santri dalam satu perjalanan penuh makna ini mencerminkan kekompakan dan soliditas keluarga besar PP Al Muttaqin.
Ziarah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati—menguatkan niat, memperdalam keikhlasan, serta meneguhkan komitmen untuk terus berkhidmah di jalan ilmu dan dakwah.
Semoga langkah kecil ini menjadi wasilah turunnya keberkahan dan semakin mengokohkan Pondok Pesantren Al Muttaqin sebagai lembaga pendidikan yang istiqamah dalam membina generasi berilmu, berakhlak, dan berkhidmah untuk umat.
Minggu, 15 Februari 2026
Bukan Sekadar Kirab, Ini Tentang Kebersamaan!
Momen Haru Penyerahan Penghargaan Santri Teladan di Haflatul Imtihan Al Muttaqin
Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan menyelimuti acara Haflatul Imtihan Al Muttaqin saat diumumkannya tiga santri teladan yang menjadi kebanggaan bersama. Penyerahan penghargaan ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian acara, sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan, akhlak, dan prestasi para santri.
Holifiatul Maftuha – Santri Putri Teladan
Penghargaan santri putri teladan diberikan kepada Holifiatul Maftuha. Ia dinilai konsisten dalam kedisiplinan, kesungguhan belajar, serta memiliki akhlak yang santun kepada guru dan teman-temannya. Di atas panggung haflatul imtihan, ia menerima penghargaan dengan penuh rasa haru dan rendah hati, menjadi contoh nyata bahwa ketekunan akan berbuah manis.
Inahatul Umamah – Santri TPQ Putri Teladan
Penghargaan santri TPQ putri teladan diraih oleh Inahatul Umamah. Semangatnya dalam belajar Al-Qur’an, keberanian tampil, serta adab yang baik menjadikannya sosok yang patut diteladani. Tepuk tangan meriah dari para hadirin mengiringi langkahnya saat menerima piagam penghargaan.
Ilzam Maulana – Santri TPQ Putra Teladan
Sementara itu, Ilzam Maulana dinobatkan sebagai santri TPQ putra teladan. Ketekunan dalam mengaji, kedisiplinan hadir dalam setiap kegiatan, serta sikap hormat kepada guru menjadi penilaian utama. Penghargaan yang diterimanya menjadi motivasi untuk terus istiqamah dalam belajar dan berbuat baik.
Apresiasi untuk Generasi Qur’ani
Penyerahan penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol bahwa setiap usaha, doa, dan kesungguhan akan mendapat penghargaan. Haflatul Imtihan Al Muttaqin menjadi saksi lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah.
Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh santri untuk terus berprestasi dan menjaga adab dalam setiap langkah kehidupan. 🌙
Popular Posts
-
potret Al Muttaqin 1993 Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Al-Muttaqin Banjarsengon Jember Pondok Pesantren Al-Muttaqin Banjars...
-
Di tengah perkembangan dan transformasi pendidikan melalui Kurikulum Merdeka (Kumer), pendidikan karakter tetap menjadi jangkar utama. Sekol...
-
https://goo.gl/maps/PEvj5MAuaSmV9r7S6 Festival Anak Sholeh Festival Al Banjarsri Ikutitalah dan meriahkan kegiatan Haflatul Imtihan Pondok P...
VISI
Mencetak generasi Islam yang mampu menjadi penerus perjuangan dan cita-cita para kiai dan para ulama’ ahlussunnah waljama’ah.
MISI
- Melaksanakan, mengembangkan pendidikan berbasiskan pesantren dan Menyelenggarakan pendidikan keterampilan santri.
- Mensyiarkan nilai-nilai agama Islam ke masyarakat.
- Mencetak generasi yang mukmin dan mukhlis, yang mempunyai kemampuan keilmuan keagamaan yang mendalam, mampu mengembangkan dan menerapkan ajaran Islam secara utuh (kaffah), serta bertanggung jawab pada agama, bangsa, dan negara.
Tentang Kami
SKRETARIAT
MEDIA KAMI
- www.al-muttaqin.net.
- ypdialmuttaqin21@gmail.com.
- @al-muttaqin.net
Copyright ©
ALMUTTAQIN.NET | Powered by Media
Design by @almuttaqin crew | Web Theme by al-muttaqin.net














