Di tengah perkembangan dan transformasi pendidikan melalui Kurikulum Merdeka (Kumer), pendidikan karakter tetap menjadi jangkar utama. Sekolah bukan sekedar tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan kawah candradimuka bagi pembentukan akhlak. Salah satu praktik baik yang kian masif diterapkan di jenjang MI, SMP, hingga SMK adalah pembiasaan Sholat Duha dan Istigasah bersama sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM).
1. Relevansi dengan Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Dimensi pertama dalam profil tersebut adalah "Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia".
Melalui rutinitas Sholat Duha dan Istigasah:
- Kemandirian: Siswa belajar mendisiplinkan diri untuk hadir tepat waktu dan menyiapkan perlengkapan ibadah secara mandiri.
- Religiusitas yang Kontekstual: Ibadah tidak hanya dipelajari dalam buku teks PAI, tetapi dipraktikkan langsung sebagai kebutuhan batiniah.
2. Manfaat Spiritual dan Psikologis Siswa
Bagi siswa di tingkat remaja (SMP/SMK), masa transisi seringkali penuh dengan tekanan emosional. Istigasah—yang merupakan doa bersama untuk memohon pertolongan kepada Allah—memberikan efek catharsis (pembersihan diri) dan ketenangan jiwa.
"Ketika hati tenang melalui zikir dan sujud Duha, otak akan lebih siap menyerap materi pelajaran yang kompleks sekalipun."
3. Implementasi di Berbagai Jenjang
Pembiasaan ini disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa:
- MI (Madrasah Ibtidaiyah): Fokus pada pembentukan kebiasaan (habituation) dan tata cara ibadah yang benar.
- SMP: Menekankan pada pemaknaan doa dan pembangunan solidaritas sosial antar teman sejawat melalui doa bersama.
- SMK: Mengaitkan keberkahan ibadah dengan etika kerja dan persiapan mental menghadapi dunia industri yang keras.
4. Sinergi Budaya Sekolah
Pembiasaan ini menciptakan ekosistem sekolah yang positif. Guru tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga teladan (uswatun hasanah) dengan ikut sholat di barisan yang sama. Hal ini menghapus sekat formalitas dan membangun kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik.
Pembiasaan Sholat Duha dan Istigasah adalah wujud nyata dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang inklusif. Dengan mengetuk pintu langit di pagi hari, kita berharap para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kokoh untuk menghadapi tantangan masa depan.




0 Comments:
Posting Komentar