Jember – Memasuki hari kedua (Day 2) kegiatan Pondok Ramadhan, suasana di lingkungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam (YPDI) Al-Muttaqin tampak lebih tenang dan penuh kekhusyukan. Diikuti oleh ratusan santri-pelajar dari jenjang MI, SMP, hingga SMK, agenda hari ini difokuskan pada penguatan spiritualitas dan pemahaman literasi budaya Islami melalui praktik langsung.
Awali Hari dengan Cahaya Spiritual
Kegiatan dimulai tepat saat matahari sepenggal naik. Seluruh siswa berkumpul di masjid dan aula utama untuk melaksanakan Doa Bersama yang dilanjutkan dengan Sholat Duha Berjamaah. Ritual pagi ini bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan ibadah sekaligus menjernihkan pikiran sebelum menerima materi kegiatan.
Suasana semakin syahdu saat lantunan Istighotsah dan pembacaan Ratibul Haddad bergema. Getaran zikir bersama ini menjadi benteng spiritual bagi para siswa di tengah menjalankan ibadah puasa, menciptakan atmosfer yang tenang dan kondusif untuk belajar.
Khotmil Qur'an: Tadarus 30 Juz
Salah satu agenda utama hari ini adalah Khotmil Qur'an 30 Juz. Berbeda dengan tadarus biasa, para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok bertanggung jawab menyelesaikan juz yang telah ditentukan (metode juz-an).
Dalam waktu yang relatif singkat, 30 juz Al-Qur'an berhasil dikhatamkan secara kolektif. Kegiatan ini bukan sekadar mengejar target bacaan, tetapi juga melatih kerja sama dan kebersamaan antar siswa dalam mencintai kalam ilahi.
Muhadoroh Kreatif: Simulasi Tradisi Islam
Puncak keseruan sekaligus pembelajaran bermakna terjadi pada sesi Muhadoroh. Pada sesi ini, jenjang SMP dan SMK menunjukkan kreativitas mereka dalam mempraktikkan tradisi syariat dan budaya Islam:
- Jenjang SMP: Simulasi Walimatul Urs (Pernikahan) Siswa SMP dengan antusias memerankan prosesi pernikahan Islami. Mulai dari akad nikah yang khidmat hingga tata cara menerima tamu dalam Walimatul Urs. Simulasi ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa pernikahan dalam Islam adalah ibadah yang luhur dan memiliki aturan yang harus dijaga.
- Jenjang SMK: Simulasi Walimatul Haji (Pelepasan Haji) Sementara itu, siswa SMK menggelar simulasi Walimatul Haji. Mereka mempraktikkan bagaimana prosesi syukuran dan doa bersama saat melepas keberangkatan calon jamaah ke tanah suci. Praktik ini sekaligus menjadi edukasi mengenai rukun Islam kelima dan pentingnya menjaga silaturahmi serta doa restu masyarakat.
"Kegiatan hari ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi juga merasakan pengalaman batin melalui zikir dan pengalaman visual melalui praktik muhadoroh," ujar salah satu panitia pelaksana.
Hari kedua ditutup dengan evaluasi singkat dan doa penutup, meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa tentang indahnya keberagaman praktik ibadah dalam Islam.




0 Comments:
Posting Komentar